Selasa, 04 Desember 2012

pembesian

Perkataan ahli ”Detail Struktur Tidak Kalah Pentingnya Dengan Analisa Struktur”, maka kalaulah tidak dikatakan yang paling penting maka salah satu yang sangat penting adalah adalah pendetail struktur. Dengan perkataan yang mudah bahwa detail struktur ini punya pengaruh yang signifikan dalam kekokohan bangunan rumah anda. Dengan kata lain juga bahwa kesalahan pada pendetailan ini termasuk kategori kesalahan dalam pelaksanaan bangunan yang fatal, yang dapat mengakibatkan berkurangnya kekuatan-kekuatan pada bagian yang didetailkan. Bahkan banyak ditemukan bahwa kerusakan-kerusakan ketika terjadi gempa bumi pada bagian-bagian yang akan kita detailkan ini. Tujuan penulisan ini untuk menghindari kesalahan-kesalahan pembuatan sloof atau penulangan sloof. Tulisan ini belum sepenuhnya memberikan panduan tentang pembuatan sloof karena tentu saja komponen utama dalam pembuatan sloof, yaitu beton baru sedikit kita bahas. Maka untuk permasalahan beton dapat anda baca pada entri setelah ini. Detail struktur yang dimaksud dalam rumahdangriya (dalam pekerjaan rumah sederhana) kita batasi pendetailan pada pertemuan-pertemuan komponen struktur dan detail penyambungan. Lha karena skope bahasan kita sekarang pada pekerjaan sloof (apa itu sloof, coba deh dilihat pada posting sebelumnya) maka kita akan membahas pendetailan pada sloof dulu ya……… Prisip-prinsip fundamental rumahdangriya tentang beton : 1.Asumsi beton saja (tidak mampu menahan beban tarik), hanya mampu menahan beban tekan. dengan kata lain beton jika ditarik atau melentur tidak mampu untuk melakukannya. Lha sekarang kenapa beton-beton itu mampu menahan tarik dan lentur……?baca no 2 dibawah yaa… 2.Asumsi gaya tarik ditahan oleh tulangan atau pembesian beton 3.Asumsi beton bertulang merupakan satu-kesatuan komponen atau komposit beton. Bukan komponen beton dan besi yang masing-masing bekerja sendiri-sendiri Dengan prinsip-prinsip tadi dapat dipahami bahwa diperlukan kualitas beton yang baik (beton dengan kuat tekan yang baik). Selain itu diperlukan penulangan atau pembesian yang baik juga. Persyartan beton dan besi yang digunakan untuk sloof dapat dilihat pada posting sebelumnya. Pendetailan penulangan / pembesian sloof (menurut "Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa") : Sebelum didetailkan kita ilustrasikan dulu posisi sloof pada rumah kita Sloof dengan fondasi pasangan batu kali Sloof dengan fondasi telapak Detail penulangan / pembesian sloof : 1.Kita ulangi 2.Penjelasan rumahdangriya a.1. Posisi sloof pada fondasi pasangan batu kali a.2. Detail Pembesian sloof 1 Keterangan rumahdangriya : -. tulangan warna merah adalah tulangan kolom (harus dibuat seperti gambar) dengan panjang bengkokan sebesar 40d (40 dikalikan dengan diameter tulangan yang digunakan) contoh : Jika tulangan kolom atau tiang anda menggunakan besi diameter 10 maka panjang pembengkokan (pembesian atau penulangan warna merah pada gambar) sepanjang 40 cm. -. Pembengkokan besi pada ujungnya harus diberi kait.(lihat pembengkokan ujung tulangan kolom berwarna merah) KESALAHAN DALAM MEMBUAT SLOOF (KESALAHAN PEMBESIAN PENULANGAN SLOOF) Keterangan rumahdangriya : Pada gambar di atas walaupun pekerjaan sloof sudah dapat dikatakan benar (dari sisi ukuran sloof dan jumlah tulangan) akan tetapi detail sambungan pembesian sloof ini ada yang salah yaitu panjang pembengkokan sambungan kolom ( lihat notasi kesalahan penulangan pada gambar di atas). Panjang sambungan kolom atau tiang beton dengan sloof kurang panjang (panjang minimal sebesar 40d).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar